Jangan Berlebihan!

aa1re

Allah, melarang orang berlebih-lebihan. Makan & minum jangan berlebihan. Berlebihan, tidak memberikan hal positif. Bisa merusak, merugikan. Sikap yang lahir dari jiwa yang tidak stabil. Larangan berlebihan ini, juga untuk urusan akhirat. Bukan hanya dunia.

Allah berfirman, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung & yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun & delima yang serupa (bentuk & warnanya), & tidak sama (rasanya).

Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, & tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); & janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-An’am 6:141]

Allah berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan & minumlah, & janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”  [Al-A’raf 7:31]

Sikap berlebihan dalam urusan agama, disebut ghuluw.

Rasul bersabda, dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya: ”Hendaklah kalian makan & minum & bersedekah tanpa berlebihan & sombong. Sesungguhnya Allah menyukai melihat nikmatNya pada hambaNya yang diberi nikmat”. [HR al-Hakim]

Sikap ghuluw dalam beragama pun dilakukan Ahli Kitab. Yahudi & Nasrani, Taurat & Injil.

Allah berfirman, “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) & mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), & mereka tersesat dari jalan yang lurus.”” [Al- Maidah 5:77]

Cara yang tepat adalah beragama dengan mengikuti petunjuk Ilahi. Bagi semua manusia. Petunjuk yang telah disampaikan melalui nabinya terakhir, Muhammad. Agar tidak tersesat dari yang jalan. Demi keuntungan diri manusia itu. Mendapat rahmat yang besar dari Allah. Surga!

Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu memberat-beratkan dirimu sendiri, sehingga Allah Azza wa Jalla akan memberatkan dirimu. Sesungguhnya suatu kaum telah memberatkan diri mereka, lalu Allah Azza wa Jalla memberatkan mereka.

Sisa-sisa mereka masih dapat kamu saksikan dalam biara-biara & rumah-rumah peribadatan, mereka mengadakan mengada-adakan rahbaniyyah (kerahiban) padahal Kami tidak mewajibkannya atas mereka.” [HR. Abu Dawud]

Sikap taklid, ikut tanpa kendali ilmu, punya andil dalam sikap beragama yang ghuluw. Yang bisa melahirkan fanatisme buta & sempit. Kadang ‘mendewakan’ guru, guru selalu benar, guru sakti, guru keramat & lainnya. Muslim, harusnya taat pada Allah saja. Mengikuti Quran & Sunah Rasul.

Allah berfirman, “Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah & mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”.

Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa & tidak (pula) mendapat petunjuk?” [Al-Maidah 5:104]

Penyebab ghuluw lain, sikap mengikuti nafsu. Nafsu yang tidak dikendalikan iman & ilmu, menyeret pada ghuluw. Siapa yang mengikuti nafsu, akan sesat.

Allah berfirman, “& hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, & janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.

Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.

Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” [Al-Maidah 5:49]

Hidup sehat lahir batin, dunia akhirat adalah hidup yang mau ditata Allah. Pemilik alam semesta & isinya. Ditata melalui firman-firmanNya. Siapapun yang mengikutinya, insya Allah akan menemukan kelezatan & kedamaian hidup. Inilah sikap hidup wasathan, pertengahan.

Umar bin Khatab berpesan, “Hati-hati kamu dengan kenyang –berlebihan- dalam makan & minum. Sesungguhnya hal demikian bisa merusak diri, mewariskan penyakit & membuat malas untuk mengerjakan shalat.

Hendaklah kalian bersikap tengah –sederhana- dalam makan & minum,  karena hal itu akan membuat sehat tubuh & jauh dari berlebihan. Allah swt sangat membenci pemimpin yang gemuk –kenyang-.

Sesungguhnya,seseorang tidak akan binasa sampai dia mendahulukan ajakan syahwatnya daripada ajakan agamanya.” [#130353# qurandigital 3.0.sonysugema; bulletin jumat, al-mustanir,Ahmad Humaedi 117]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s